Akhirnya..euforia piala dunia berakhir..
dengan team Matador sebagai juaranya..
(di ucapkan dengan mulut monyong,backsound dramatis mengiris khas acara silet)
Kali ini saya benar-benar mau berbicara tentang bola menurut apa yang saya tahu tanpa bermaksud untuk sok tahu.Fyi,saya memang bukan penggila bola,tapi saya suka.Sebuah resiko alami tidak dibuat-buat karena saya dilahirkan diantara kedua laki-laki itu(baca:kakak dan adik saya).
Bagaimana tidak?
Dulu,hampir setiap hari saya menyaksikan mereka bermain playstasion tentang bola,membaca majalah Bola yang dibeli oleh kakak saya,dan tentu saja menyaksikan mereka bangun malam-malam demi pertandingan club favorite mereka.Mau tidak mau saya jadi ikut-ikutan untuk suka.Termasuk piala dunia kali ini.
Sejak tahun 1998,sejak adik dan kakak saya memasang poster timnas Brazil di kamar,saya sudah suka Brazil.Bahkan sudah bisa merasakan sakit hati ketika Brazil kalah di pertandingan melawan Prancis waktu telak 3-0.
Dan Piala dunia kali ini saya tetap memilih Brazil.Saya terlalu setia dengan Brazil dari Dunga masih jadi kapten sampe sekarang sudah jadi pelatih.Dari jaman Ronaldo sampai sekarang jamannya kaka yang imut itu *halah.
Kecenderungan memang seperti itu tidak hanya pada team sepakbola,tetapi juga hal lain.Misal makanan,di salah satu restoran Pizza,saya selalu pesen jus pepaya untuk minuman,di salah satu restoran seafood saya kecenderungan memesan tom yum walaupun sekarang mulai beralih ke cumi goreng saus telur asin.Kemudian tempat belanja,sekalinya suka tempat belanja itu saya akan cenderung belanja pada tempat itu,walaupun ada tempat-tempat baru yang lebih dekat atau lebih mewah.
Ah saya memang setia.*narsis
Lanjut..
Sayangnya,piala dunia kali ini Brazil harus pulang lebih awal dengan rasa sakit hati yang meradang,karena kalah tipis dengan Belanda 2-1.
Jabulani memang bulat,apapun bisa terjadi karenanya.Setelah team-team unggulan yang harus menangis pulang ke kandang seperti prancis,Inggris dan sang juara dunia tahun 2004,Italia yang harus rela menanggung malu karena kalah melawan Slovakia.Dan kali ini giliran Brazil.Jabulani sukses menguras hati saya.Bahkan mungkin juga menguras kantong yang kalah taruhan.Tidak bisa dipungkiri lapak-lapak judi bola merajalela sejak piala dunia di mulai.Maaf saja,saya tidak pernah tertarik ikutan seperti itu,kata bang oma itu dosa.
Rasanya piala dunia berakhir lebih awal dan Brazil tetap menjadi pemenang di hati saya,tetapi saya sadar,the show must go on.Saya masih pengen ikut euforia sepak bola sampai akhir putaran final.Sampai nangis darah pun saya tidak akan bisa melihat Brazil bermain lagi.Misalnya saja pertandingan final antara Belanda-Spanyol,trus saya memilih Brazil,itu namanya tidak realistis bukan?
Saya memang tidak pernah berhenti berharap Brazil,team favorite saya akan menang Piala dunia entah kapan.Tetapi kali saya harus realistis,saya mendukung Belanda untuk bisa menang bukan Spanyol.
Kenapa saya dukung Belanda?Karena saya tidak mau orang jadi tambah mendewakan si paul siaul yang menurut mereka peramal hebat.Sebuah “sesembahan” baru hanya karena kebetulan tepat meramal pertandingan bola.Tetapi nampaknya Allah berkehendak lain,ini jelas-jelas ujian kawan.
Ujian apakah kita akan ikut mendewakan dan percaya pada hewan yang kebetulan tepat meramal,atau tetap rasional untuk tidak menyekutukan Allah.
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa memersekutukan-Nya dan mengampuni dosa selain dari itu bagi yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang memersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.”QS An Nisa’ [4]:48
naudzubilahmindzalik..
Semoga kita tidak termasuk dalam golongan orang yang syirik.
Pertandingan Final tadi malam cenderung membosankan.Saya seperti melihat wasit yang kebanyakan “semprit” dan obral kartu kuning.Pemain dari kedua kubu bergantian menubruk,menekel,menendang(kaki) bukan jabulani,permainan kasar membuat saya jengah.Dan akhirnya saya ketiduran,sampai pagi,dan mendengar berita bahwa Espanyola juaranya..ngeh!!
Lagi-lagi Jabulani menguras hati saya,Team yang saya jagokan kalah.
Ya sudahlah..
Piala dunia sudah berakhir,dengan Spanyol juaranya,Belanda sebagai runner up1 dan Jerman sebagai runner up2.Apapun hasilnya saya terima dengan lapang dada dan tidak akan pernah percaya pada Paul si gurita,maupun parkit Singapura.
Mari kembali hidup normal kawan tanpa khawatir jam tidur di kebiri oleh jadwal pertandingan dini hari.
Dan semoga Allah masih memberi kesempatan untuk bertemu euforia piala dunia 2014..di Brazil ![]()
Salam olah raga!







..Dan mereka berkata..