Jabulani menguras hati

4 Comments

Akhirnya..euforia piala dunia berakhir..
dengan team Matador sebagai juaranya..
(di ucapkan dengan mulut monyong,backsound dramatis mengiris khas acara silet)

Kali ini saya benar-benar mau berbicara tentang bola menurut apa yang saya tahu tanpa bermaksud untuk sok tahu.Fyi,saya memang bukan penggila bola,tapi saya suka.Sebuah resiko alami tidak dibuat-buat karena saya dilahirkan diantara kedua laki-laki itu(baca:kakak dan adik saya).
Bagaimana tidak?
Dulu,hampir setiap hari saya menyaksikan mereka bermain playstasion tentang bola,membaca majalah Bola yang dibeli oleh kakak saya,dan tentu saja menyaksikan mereka bangun malam-malam demi pertandingan club favorite mereka.Mau tidak mau saya jadi ikut-ikutan untuk suka.Termasuk piala dunia kali ini.
Sejak tahun 1998,sejak adik dan kakak saya memasang poster timnas Brazil di kamar,saya sudah suka Brazil.Bahkan sudah bisa merasakan sakit hati ketika Brazil kalah di pertandingan melawan Prancis waktu telak 3-0.

Dan Piala dunia kali ini saya tetap memilih Brazil.Saya terlalu setia dengan Brazil dari Dunga masih jadi kapten sampe sekarang sudah jadi pelatih.Dari jaman Ronaldo sampai sekarang jamannya kaka yang imut itu *halah.
Kecenderungan memang seperti itu tidak hanya pada team sepakbola,tetapi juga hal lain.Misal makanan,di salah satu restoran Pizza,saya selalu pesen jus pepaya untuk minuman,di salah satu restoran seafood saya kecenderungan memesan tom yum walaupun sekarang mulai beralih ke cumi goreng saus telur asin.Kemudian tempat belanja,sekalinya suka tempat belanja itu saya akan cenderung belanja pada tempat itu,walaupun ada tempat-tempat baru yang lebih dekat atau lebih mewah.
Ah saya memang setia.*narsis

Lanjut..

Sayangnya,piala dunia kali ini Brazil harus pulang lebih awal dengan rasa sakit hati yang meradang,karena kalah tipis dengan Belanda 2-1.
Jabulani memang bulat,apapun bisa terjadi karenanya.Setelah team-team unggulan yang harus menangis pulang ke kandang seperti prancis,Inggris dan sang juara dunia tahun 2004,Italia yang harus rela menanggung malu karena kalah melawan Slovakia.Dan kali ini giliran Brazil.Jabulani sukses menguras hati saya.Bahkan mungkin juga menguras kantong yang kalah taruhan.Tidak bisa dipungkiri lapak-lapak judi bola merajalela sejak piala dunia di mulai.Maaf saja,saya tidak pernah tertarik ikutan seperti itu,kata bang oma itu dosa.
Rasanya piala dunia berakhir lebih awal dan Brazil tetap menjadi pemenang di hati saya,tetapi saya sadar,the show must go on.Saya masih pengen ikut euforia sepak bola sampai akhir putaran final.Sampai nangis darah pun saya tidak akan bisa melihat Brazil bermain lagi.Misalnya saja pertandingan final antara Belanda-Spanyol,trus saya memilih Brazil,itu namanya tidak realistis bukan?
Saya memang tidak pernah berhenti berharap Brazil,team favorite saya akan menang Piala dunia entah kapan.Tetapi kali saya harus realistis,saya mendukung Belanda untuk bisa menang bukan Spanyol.

Kenapa saya dukung Belanda?Karena saya tidak mau orang jadi tambah mendewakan si paul siaul yang menurut mereka peramal hebat.Sebuah “sesembahan” baru hanya karena kebetulan tepat meramal pertandingan bola.Tetapi nampaknya Allah berkehendak lain,ini jelas-jelas ujian kawan.
Ujian apakah kita akan ikut mendewakan dan percaya pada hewan yang kebetulan tepat meramal,atau tetap rasional untuk tidak menyekutukan Allah.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa memersekutukan-Nya dan mengampuni dosa selain dari itu bagi yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang memersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.”QS An Nisa’ [4]:48

naudzubilahmindzalik..
Semoga kita tidak termasuk dalam golongan orang yang syirik.

Pertandingan Final tadi malam cenderung membosankan.Saya seperti melihat wasit yang kebanyakan “semprit” dan obral kartu kuning.Pemain dari kedua kubu bergantian menubruk,menekel,menendang(kaki) bukan jabulani,permainan kasar membuat saya jengah.Dan akhirnya saya ketiduran,sampai pagi,dan mendengar berita bahwa Espanyola juaranya..ngeh!!
Lagi-lagi Jabulani menguras hati saya,Team yang saya jagokan kalah.

Ya sudahlah..
Piala dunia sudah berakhir,dengan Spanyol juaranya,Belanda sebagai runner up1 dan Jerman sebagai runner up2.Apapun hasilnya saya terima dengan lapang dada dan tidak akan pernah percaya pada Paul si gurita,maupun parkit Singapura.
Mari kembali hidup normal kawan tanpa khawatir jam tidur di kebiri oleh jadwal pertandingan dini hari.

Dan semoga Allah masih memberi kesempatan untuk bertemu euforia piala dunia 2014..di Brazil

Salam olah raga!

Karena Sehat itu nikmat..

Leave a comment

Laptop saya sudah hampir tiga hari tidak saya sentuh,saya biarkan teronggok begitu saja di bawah meja bundar lengkap dengan dengan charger dan modemnya.
Biasanya saya sangat semangat bermain dengannya,membuka jendela baru tentang apa yang ingin saya tahu,mengecek notifikasi kalau saja ada yang menyapa saya di salah satu jejaring sosial,atau mungkin hanya ingin tahu apa yang di ekspresikan teman-teman saya dalam beberapa kalimat pendek yang lucu-lucu,ada yang mengeluh,ada yang patah hati,ada yang baru saja di telepon pacarnya,ada yang lagi bete,ada yang lagi..ah,banyak sekali yang mereka beritahukan kepada saya secara tidak langsung,hingga saya tidak perlu meng-sms mereka satu persatu menanyakan sedang apa mereka..jika saya kangen.

Pernah saya membaca seseorang menulis dalam twitternya..”jejaring sosial mengurangi keromantisan saat bertemu langsung dengan teman,baik yang jauh ataupun dekat”..dan saya rasa itu benar.

Jadi apa yang membuat saya malas membuka laptop?
saya sedang sakit.

(sakit apa jus?sakit jiwa?)
shhhh..diam!bukan,baca dulu sampai selesai

sehat itu nikmat..
Kenapa saya bisa berkata jika sehat itu nikmat?
ya,karena saya sedang tidak sehat.

Berawal dari ketidakberesan pada tubuh saya yang saya biarkan kemudian semakin parah dan akhirnya seperti saat ini,bedrest dan tidak bisa melakukan aktifitas normal seperti biasa.
Saya tidak ke kantor dan juga saya tidak bisa kuliah karena kondisi badan yang tidak memungkinkan.

Pertamanya cuma diare.
Dan ternyata kata cuma yang saya tanamkan dari awal berakibat fatal.
Saya tetap beraktifitas malah sempat dua hari pulang malam karena acara kantor.
Setelah hari ke lima,tepatnya kemarin,saya panas,demam,menggigil dan lemes,diare pun tidak jua sembuh tetapi semakin parah.
Pusing menggila dan ini menyiksa.Malah saya mual yang luar biasa dan muntah-muntah tidak jelas.
Barulah saya periksa,dan diindikasikan ini infeksi saluran pencernaan.
Jengah saya sebenarnya dengan antibiotik-antibiotik yang di plastik bungkusnya bertuliskan “DIHABISKAN” dicetak tebal,seolah-olah itu dokter di depan saya melotot menyuruh saya menghabiskan obat tersebut.Tapi bagaimana lagi,keinginan saya untuk sembuh lebih besar dari apapun.

Dan untuk kesekian kali saya ketemu bubur..hai bubur apa kabar?
Sudah lama tidak memakanmu..-_-*
Ajaib sekali kalau sakit itu,semua makanan rasanya pahit,
dan tentu saja pahit dalam arti sebenarnya.
Makanan ter-enak jenis apapun jadi sangat tidak enak.

emm..
overall..

Alhamdulilah,
Masih diberiNya kesempatan untuk merasakan betapa nikmat sehat itu.
DiperingatkanNya untuk tidak terlalu mendzalimi tubuh,dengan kurang istirahat,
Peringatan untuk selalu ingat kepadaNya,melalui rintihan-rintihan doa,
atau mungkin saya yang mulai sedikit lupa dengan nikmatNya..Astagfirullahaladziim..
Dan katanya jika kita bersabar,sakit adalah sarana pengurang dosa..Allahu’allam..

Bersyukurlah atas nikmat sehatmu hari ini kawan..
Karena sehat itu sangatlah nikmat..

p.s: hanya mencoba mengalihkan bosan tidur dengan menulis..ini bukan aktifitas berat.

Karena PertolonganMu itu dekat..

3 Comments

(ijinkan aku berdialog denganMu)

Bagaimanapun..
Engkau tidak pernah tidur,
Engkau Maha melihat..
Engkau Maha mendengar..
Dan bagaimanapun..
Hanya kepadaMu aku memohon pertolongan
Hanya kepadaMu aku mengadu..
Dan KepadaMU aku berharap..
Karena aku tahu..pertolonganMu itu dekat
sangat dekat..
Membuatku tercengang menganga tak percaya..

Bagaimanapun..
Terima kasih untuk hari ini..

Cerita tentang (salah satu) Sahabat Saya

4 Comments

Ini adalah postingan pertama di bulan Juli.
(gunting pita,potong tumpeng,tepuk tangan)

Kemarin,Jakarta tidak cerah ceria secerah manusia yang sedang menikmati hari-hari liburnya.
Buktinya dari pagi sudah cemberut saja,matahari lebih suka sembunyi di balik selimutnya,Langit murung seperti menahan air mata,sesekali menangis kecil lalu tidak jadi.Mungkin angin menghiburnya sebentar,tapi tidak berhenti lama dan kembali menitikkan air mata.
Seperti ada yang disembunyikan oleh langit,yang tidak ingin diceritakan kepada bumi.Hanya saja,selepas magrib,langit sudah tidak kuasa untuk bercerita,dia tumpahkan semua apa yang dipendam dari pagi buta,dan bumi rela basah mendengarkan curhatan sahabat jauhnya.
Jadi,tirulah bumi..dia berjauhan dengan langit,belum pernah bertemu,hanya bisa memandangnya dari kejauhan,tetapi dia selalu setia mendengarkan nyanyian langit yang mendendangkan hujan bahkan rela basah berjam-jam karenanya.
semoga hari ini cerah..

Berbicara tentang sahabat,dan persahabatan,saya akan sedikit bercerita tentang sahabat saya emm..atau lebih tepatnya kakak,karena usianya sepadan dengan kakak saya.Seumur hidup sampe sekarang saya baru sekali merasakan apa itu ngekost,dan sekalinya ngekost dialah tetangga kamar saya,teman berbagi kamar mandi yang sama.Namanya mba wina.Unguholic,hampir semua benda-benda di kamarnya berwarna ungu,penyuka sapi,banyak boneka sapi di kamarnya.Pernah suatu ketika saya memberinya sebuah boneka sapi,lalu dia bertanya,”ga ada sapi warna ungu ya?”
Maniak coklat,semua makanan berbau coklat asal halal(yaiyalah..) dia mau.Makanan kesukaan adalah Chitato.(apal banget saya)
Saya dari sukoharjo dan dia dari Pekanbaru dipertemukan di suatu kota bernama jakarta,lalu di zoom sepuluh kali akan terlihat jurangmangu tepatnya,menjadi spesifiknya di daerah ceger,dan jika ingin diperbesar lagi skalanya akan jelas terlihat kami bertemu di kost-an CITRA.

Ada hal lucu,saking dekatnya dengan mba Wina,dulu saya udah nangis-nangis ketika saya keluar dari kostan itu.Kebetulan hanya setahun saya di sana.Pengertian saya,saya bakal ditempatkan jauh dari jakarta,tetapi tidak.Saya penempatan Jakarta dan masih bisa berkunjung ke kostan itu menginap di kamar mba Wina.
Yang lebih lucu lagi,ketika mba Wina lulus,saya udah takut aja dia bakalan balik ke Pekanbaru dan kami tidak pernah bertemu lagi.Saya sudah membuatkan sebuah kenang-kenangan perpisahan menohok pake movie maker,berisi slide foto kami,kata-kata yang ketika saya membaca sendiri saja udah termehek-mehek.Dan ternyata,Mba Wina penempatan di Jakarta,Kost-an nya pindah dan semakin dekat dengan saya,serta kami kuliah lagi di kampus yang sama.hahaha..memang berjodoh.

Mba Wina adalah orang yang membuka mata saya untuk lebih cinta bertilawah setiap hari,dia yang teriak-teriak mengajak sholat berjamaah,gedor-gedor kamar saya untuk membangunkan subuh,teman berbagi roti,teman berbagi makanan,teman berbagi cerita,teman minta air panas.Selalu ada alasan kenapa Allah mempertemukan saya dengan seseorang termasuk mempertemukan saya dengan mba Wina.

Kemarin saya bertemu lagi dengannya,niatnya mau bersepeda dan hunting foto bersama.Ternyata langit jakarta sedang PMS,murung,kemudian hujan.Akhirnya kami hanya makan bersama dan saya tiduran di kostannya.Tidak pernah tertinggal dan yang saya selalu rindukan adalah,sholat berjamaah dengannya.

sore yang menyenangkan,terlepas dari ketidak fit-an badan saya kemarin,tetap saja selalu menyenangkan bisa jalan-jalan dengan sahabat saya.Terutama dengannya..mba Wina.

Dan Pada akhirnya,selamat tinggal Juni,,

Leave a comment

Juni,
Ini adalah akhir setengah tahun,bulan keenam dari dua belas bulan yang ada.
Kenapa dua belas?kenapa tidak ada bulan ke limabelas,atau duapuluh mungkin?
jujur,saya pun tidak tahu..
Biarlah dua belas itu tetap pada dua belasnya,dan biarlah saya tetap mengikuti keduabelas bulan itu.Tetap berada di dalamnya dan menikmati setiap sensasi yang muncul tak terduga,sampai akhirnya tahun baru lagi.
Ah,tahun baru masih lama..yang biasanya memang sama saja setiap tahunnya,
membakar duit memerahkan langit dengan kilatan api melingkar bundar memecah keheningan.Bukan Introspeksi tetapi adu gengsi,hura-hura tidak jelas,berlomba-lomba menjadi meriah yang sebenarnya sudah..sampai disitu saja dan tidak berguna.

Tidak ada yang istimewa di bulan Juni,karena saya bukan gemini.
Juni masih tetap saja labil,kadang hujan,padahal menurut teori yang pernah saya dapat,ini adalah musim kemarau,nampaknya bumi sudah tidak perlu teori,dia berekspresi sesuka hati,karena manusia tidak pernah menghargainya.Biarlah bumi mencari kesenangannya sendiri.
Tetapi saya tidak mau membuatnya menjadi standar,menjadi bulan yang biasa-biasa saja,walaupun sebenarnya kalau saya boleh bilang,Juni ini hambar..tidak seperti Juni tahun lalu atau Juni-juni sebelumnya.Tidak tahu apa yang membuatnya hambar,dan saya bersikeras untuk tidak menambahkan garam ataupun gula.Biarlah saya menikmati kehambaran ini seperti ketika saya menikmati secangkir teh tanpa gula yang pada kenyataannya saya suka.Terhitung,saya banyak menangis di bulan ini,dengan satu masalah tetapi melebar dan menyebar,layaknya setetes sirup yang di tuangkan dalam segelas air putih.Membuat air itu tidak lagi putih.
Sirup rasanya manis,hanya saja ini bukan sirup,karena rasanya getir.Biarlah sirup hanya menjadi perumpamaan dan mempermanis ungkapan ini agar tidak terlalu getir.

Masih sama..
saya masih menerima transport di tanggal 1 Juni,dan menerima gaji di tanggal 25 yang kemarin diundur satu hari.Tetapi sayang,Kebahagiaan setiap bulan tidak hanya diukur dengan uang.Pada kenyataannya kebahagiaan saya sederhana,ketika saya bisa pulang.Dan sampai bulan ini sudah empat bulan saya tidak pulang.
Bulan ini kalender terlihat hitam,tidak ada hiasan merah,kecuali hari ahad yang memang sudah dari sananya merah.Entah ada dengan warna merah,apalagi dalam deretan angka kalender setiap bulannya,warna ini membawa dampak psikologis,membuat orang senang bukan kepalang.Jika saja karena warna itu orang bisa senang,kenapa semua angka kalender tidak berwarna merah saja?Tetapi namapaknya tidak sesederhana itu.
Biarkan hitam tetap hitam dan merah tetap saja merah.Dan biarkan saya tetap bersabar menunggu waktu yang benar-benar pas untuk pulang.

Dan pada akhirnya,selamat tinggal bulan Juni…
semoga di bulan yang baru saya bisa melupakan apa yang seharusnya dilupakan,meniadakan apa yang seharusnya ditiadakan,merasionalkan pikiran yang selama ini hanya angan-angan,membuang semua apa yang seharusnya dibuang..dan membuat manis apa yang sudah menjadi hambar.
Selamat tinggal Juni..
semoga saya masih bisa bertemu denganmu tahun depan..
tentu saja dalam keadaan yang tidak hambar..

dan kepada Juli..kamu adik atau kakaknya Juni?

Older Entries Newer Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.