Bebek Goreng(nya)Pak Slamet

8 Comments

*ditulis setelah beberapa jam yang lalu menyantap bebek goreng ini untuk pertama kalinya*

Sebenarnya saya malu mengakui bahwa baru sekali makan bebek pak Slamet yang katanya enak banget dan asli Solo ini.
warga solo coret macam apa saya ini!
Jujur,dari saya kecil ibu saya sudah menanamkan kuat-kuat di otak saya kalo bebek itu ga enak,nggilani,masih ada cucuknya.Fyi,ibu saya benci banget sama makanan ini,nyentuh aja ga mau,tapi sepertinya beliau terlalu lebay menceritakan ke-tidaksuka-an beliau sama bebek.
Alhasil ga pernah saya makan bebek sampai gedhe.Dulu pernah mengicipi,cuma mungkin pas kebetulan ga enak,terlalu amis,jadi memperkuat argumen ibu saya tentang bebek.

Cuma setelah merantau ke Jakarta,barulah saya tahu kalau bebek itu enak.*sungguh telat sekali*
Saya juga baru tahu kalau ada cabang bebek goreng Pak Slamet yang nyangsang di Rawamangun.Padahal tiap hari lewat..

Tadi,kebetulan pulang kuliah agak ‘pagi’-an,mampirlah saya dan temen-teman saya ke warung bebek Pak Slamet.Yang Asli Solo tapi malah pertama kali ngicipin pas di Jakarta.
saya hanya bisa mengucapkan dua kata: ENAK PARAH!
bebek goreng yang garing tapi empuk,gurih di tambah nasi anget.
dan yang bikin tambah mantep adalah sambel korek,terkenal juga dengan sambel bawang.
komposisinya(kalo ga salah):cabe rawit-bawang putih-garam-minyak goreng panas bekas(a.k.a njlantah)
sambel yang tiap hari di bikin ibu saya..feels like home..jadi pengen pulang

mantep dunia akherat!
ini saya obyektif lho ya,bukan karena saya orang solo coret.Recommended sekali tempat makan ini.

sungguh enak sekali bebek goreng ini..

ini sambel koreknya yang yuuumy..

es beras kencur yang saya pesen tadi :D

Nah sekarang kalau ada yang tanya..
Asli mana mba?
solo coret mas,mbak

Udah pernah makan bebek pak slamet?
sudaaaah *walau baru sekali*
Rasanya gimana?
Mantap jayaaaaa…

Es Podeng

6 Comments

Mulai hari ini dan seterusnya saya akan menambah satu lagi kategori postingan blog yaitu tentang kuliner.
Saya bukan tipe orang yang milih-milih dalam hal makan,malah bisa dibilang pemakan segala.Selama itu halal,manusiawi di lidah dan kantong saya,kenapa tidak?

Sudah terlihat dari judul di atas,kali ini saya akan bercerita tentang es podeng.Sebenarnya saya juga masih bingung bagaimana melafalkan es ‘podeng’ itu sendiri,apakah e di baca seperti sate atau e seperti sepeda.emm..apalah arti sebuah nama,yang penting sekarang adalah bagaimana rasa es seharga enam ribu rupiah ini.

bentar-bentar,sudah pada pernah makan es podeng kan?
atau malah belum sama sekali?
Bagi yang sudah mari kita sama-sama berimajinasi lagi membayangkan rasa es ini,
Bagi yang belum akan sedikit saya ceritakan kembali,sedikiiiit saja ya..:haha:

Saya pribadi baru dua kali mengicipi,
tapi yang pasti ketika pertama kali,saya habis dua gelas saji.*malu*
Isi es ini adalah:roti tawar yang di potong dadu kecil-kecil,sagu mutiara atau semacam cendol,ketan hitam,kemudian serutan es puter kopyor yang gurihnya minta ampun,potongan alpukat,susu kental manis sebagai topping dan terakhir taburan meses coklat yang semakin mempermanis tampilan es podeng ini.

Rasanya?
Sudah bisa ditebak,dan itulah kenapa saya habis dua gelas saji.
sangat amat enak sekali *lebay*
Perpaduan kelembutan es puter dipadu dengan potongan roti tawar yang empuk,cendol yang kenyal,ketan hitam yang selalu saya suka,ditambah lagi manisnya toping susu di atasnya.
*ngeces

(foto ngambil dali google-filckr by satya wijaya)

Ternyata es podeng ini berasal dari bahasa Madura yang artinya es puter.Sejenis es krim namun dengan citarasa dan cara pembuatan yang masih tradisional. Saat diaduk bersama dengan isiannya, rasanya makin nikmat saja!

murah,enak (pake banget),recomended deh pokoknya,apalagi di makan saat siang-siang yang panas..
it would be melted in your mouth..hmmm
selamat mencoba.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.