dear readers,apa kabar?
*serasa punya pembaca yang setia,padahal ga..*
Alhamdulilah Akhirnya saya bisa ber go-blog-go-blog ria setelah beberapa hari ini sok pinter ngerjain makalah dan presentasi.Saya sampai kasihan sama laptop saya yang berkali-kali memandang saya dengan tatapan melas: “just,udahan napa mikir beratnya,ngeblog yuk”,sambil ngedip-ngedipin mata.
Tidak,ini adalah urusan hidup dan mati semester ini..*menyibak poni*
Bukan sekali ini saya presentasi,tetapi baru kali ini saya merasakan presentasi yang bener-bener presentasi.Kebetulan,tugas ini berkelompok dan bebas dalam menentukan siapa saja anggota kelompoknya.Dan untuk kelompok saya,siapa lagi kalau bukan ian,erika,dan mpip.NIM(Nomor Induk Mahasiswa)kami pun berderet dengan indahnya,berurutan.Kalau ada yang belum sempat membaca postingan saya tentang mereka,dan yang masih bertanya-tanya siapakah mereka sebenarnya,ada baiknya mari kita mengheningkan cipta sejenak *lhoh
bukan-bukan,maksud saya silakan baca salah satu postingan tentang mereka terlebih dahulu.
sudah?
Mata kuliah yang mewajibkan untuk membuat makalah dan presentasi ini adalah perekonomian Indonesia-yang-oleh-dosennya-disingkat perek indo.-__-*
mata kuliah hari minggu,enam sks sekaligus dalam waktu yang digabung dari jam delapan pagi sampai jam dua belas siang dengan mata kuliah yang sama.Tolong jangan dibayangkan,cukup saya saja yang mual.
Alhamdulilah,kami mendapat kelompok empat setelah ada pengundian materi apa yang akan dibahas.Berita baiknya,kami bukan kelompok awal,atau pertama kali,jadi kami bisa mempelajari bagaimana presentasi dari kelompok lain,apa yang mesti ditambah atau dikurangi.Berita buruknya materi yang diberikan kepada kami adalah tentang kebijakan moneter yang baru saja dicanangkan pemerintah pada tahun 2005.Bukunya pun belum ada.Apalagi,setelah melihat presentasi dari kelompok sebelum kami yang dihujani banyak pertanyaan sadis oleh mahasiswa lain yang kebetulan memang banyak sekali orangnya,pertanyaan kritis yang tidak melulu tentang bahan presentasi tetapi keluar konteks dan melebar kesamping.Tiba-tiba kami stress.
Kami bakalan dibantai habis-habisan jika tidak menguasai materi.Kecuali kami menggunakan trik licik tiba-tiba serempak pingsan ketika ada jawaban yang tidak bisa kami pecahkan.
Baiklah,belajar dari pengalaman kelompok sebelum kami,maka kami pun berjanji dengan sepenuh hati akan belajar dengan sungguh-sungguh.Kami harus diskusi,menyamakan persepsi agar ketika presentasi kami percaya diri dan tidak miss komunikasi.Sampai-sampai kami berempat harus menginap di kost ian untuk menyelesaikan misi kami.Biasanya kalau menginap di kostan ian,agenda kami adalah nonton,kalau tidak karaoke,kalau tidak main remi bertabur bedak,atau kalau tidak gitaran bersama ian sampai malam.Tetapi kali ini kami belajar,iya kami belajar.Tuhan,nampaknya kami khilaf.
Semalaman itu,malam minggu yang cerah ceria,kami bercerita tentang inflasi dan kawan-kawannya.Menerka-nerka apa yang kira-kira akan menjadi pertanyaan sulit,mengobrak-abrik jagad maya melalui bantuan mbah google untuk mencari materi yang diperlukan,istilah perekonomian yang membuat otak kami semakin kriting dibuatnya dan tentu saja membuat kami kelaparan tengah malam.Akhirnya saya dan erika mencari indomart 24 jam dan mencari makanan di sana,sementara ian dan mpip bertugas mengedit bagian yang belum sempurna.Benar-benar ekstrim,dua orang wanita malam-malam klayapan demi bertahan hidup sampai titik darah penghabisan.*halah
Dan semua berakhir jam dua pagi.Waktu itu ian yang bertugas ngeprint.Kebetulan memang ada print di kost-an ian,tetapi kami tidak tahu bahwa print itu rusak.Ketika saya,erika,dan mpip mulai tidur,kami tidak sadar kalau ian keluar jam tiga pagi ke warnet 24 jam hanya untuk ngeprint,tanpa membangunkan kami.Saya baru tahu setelah kami selesai presentasi,dia tidak mau ngaku.Ian memang luar biasa,saya terharu.
Pagi pun datang dan kami dengan setengah ngambang karena tidur yang hanya beberapa jam,berangat ke kampus.Untungnya presentasi kami sesi kedua,jadi kami tidak terlalu buru-buru.Dan akhirnya perhelatan akbar itu dimulai.Dari presentasi sampai sesi tanya jawab berlangsung khidmat,padat merayap kadang tersendat.Alhamdulilah,walaupun banyak pertanyaan yang memojokkan tetapi dengan segala keterbatasan, kami bisa menjelaskan walaupun kata-kata kami banyak yang direvisi dosen.
Dari kejadian itu saya menarik kesimpulan,tidak ada yang sia-sia dari usaha dan mencoba.
Tidak cukup hanya berdoa tanpa melakukan apa-apa,mengharap makalah jadi hanya dengan memandangi layar laptop sambil berdoa: “Ya Allah,semoga makalahku jadi dan besok bisa presentasi dengan baik.”Tidak akan ada.
masi inget ayat ini:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11
Kalau kita belum bisa ya harus berusaha untuk bisa,kalau kita ga ngerti ya harus mengubah sendiri agar kita mengerti.Jikalau saja malam itu kami tidak khilaf untuk belajar,memahami apa yang sebenarnya kami juga masih asing dengan materi itu,kami malas-malasan.Mungkin mahasiswa mas-mas berkacamata salah satu teman kami tidak akan mengacungkan jempol kepada kami dan bilang :kalian mantap!
Allah,terimakasih untuk semuanya..
tentang presentasi itu..ah..kalian memang luar biasa..






..Dan mereka berkata..