Sebentar,demi kenyamanan membaca,ijinkan saya menyapu halaman blog saya dulu,yang sudah saya tinggalkan kurang lebih tujuh hari dan nampaknya sudah mulai berdebu.
————————————————————————————————
Malam ini,saya kangen buka blog,satu-satunya media yang selalu mendengarkan saya bercerita tanpa memberikan komentar apa-apa,diam saja dan tentu saja membuat saya sedikit lega.Tentu saja disela-sela mengerjakan tugas tentang strategi proses perusahaan yang deadline nya sudah memelototi saya.Dan satu tugas tentang kebijakan moneter Indonesia yang sudah antre dadah-dadah menunggu untuk dijamah berikutnya.Membuat saya insomnia beberapa hari terakhir,mengacak-acak jam tidur saya.
Ngomong-ngomong soal antre,saya mempunyai pengalaman yang memang seketika itu membuat saya naik darah.Jujur,saya eneg dan empet banget sama orang yang tidak mau antre.Kecuali itu memang keadaan darurat yang membuat orang itu tidak bisa antre.Misalnya manula,ibu hamil,orang sakit dan lain-lain yang tidak memungkinkan untuk mengantre lama.
Saya akan bercerita dan semoga saja tidak terlalu terbawa suasana,
Sore itu seperti biasanya saya datang ke kampus,lima belas menit sebelum perkuliahan dimulai.Kebetulan memang ada satu buku yang harus saya pinjam dari perpustakaan.Jadi saya putuskan untuk mampir di perpustakaan sebelum masuk kelas.Seperti biasanya,untuk meminjam buku harus mencatat kode buku dan judulnya sebelum diserahkan ke petugas perpus.Di kampus saya hanya tersedia dua komputer untuk mencari kode dan judul buku yang dibutuhkan,otomatis harus bergantian,karena yang meminjam buku waktu itu memang banyak.Pertama kali datang,saya berada di urutan ketiga.Dua orang di depan saya agak lama mencari judul bukunya jadi saya harus menunggu lebih dari limabelas menit.Bisa dipastikan saya akan telat masuk kelas,karena dosen mata kuliah hari itu termasuk dosen yang ontime,kecuali dosen yang tiba-tiba sakit perut dan telat datang ke kelas.Setelah saya diurutan kedua,dan mahasiswa di depan saya hampir selesai,tiba-tiba ada segerombolan mahasiswa,kalau ga salah lebih dari lima orang,langsung menyerobot dari samping komputer itu tanpa melihat saya yang sudah datang dan menunggu sekitar lima belas menit yang lalu.
haloooooooo…..
mas,mbak,ngliat saya ga tadi?
Seketika itu saya mikir,apa saya gak kelihatan ya?
atau mereka pura-pura tidak melihat?
Aduh,mbak,mas..Anda ini mahasiswa lho,yang mahal-mahal kuliah bukan hanya untuk mempelajari perdebatan teori keneysian dan teori klasik,atau mem-balance-kan debet dan kredit saja.
Bukannya mahasiswa harus lebih peka?
Bukannya Anda harus lebih mengerti Sebagai makhluk sosial,empati seharusnya wajib kita miliki?
Saya marah,bener-bener marah.Bukan masalah tidak sabar atau apa,yang namanya sabar itu ada batasnya bukan?Kalau saja alasan mereka telat kuliah,buru-buru,saya pun juga memiliki problem yang sama.
Memang saya hanya bisa diam,mengatur nafas dan emosi saya agar tidak meledak-ledak di sana.Sebenarnya saya bisa saja sadis menyindir mereka dengan keras atau mungkin akan sedikit membentak.Saya cuma ga mau ribut.Astagfirullahaladzim..
Kalau tidak mau diperlakukan seperti itu nantinya oleh orang lain,jangan melakukan seperti itu.Istilah gampangnya,kalau tidak mau dicubit ya jangan nyubit.Saya yakin kok,jika orang-orang itu diposisi saya mereka akan marah juga.Tetapi anehnya mereka tetap melakukan hal yang tidak pantas dilakukan oleh seseorang yang terpelajar,seolah-olah perpustakaan itu milik kakek buyutnya.
*tarik nafas.. hembuskan..
nampaknya saya ikut emosi (lagi) jika mengingat kejadian itu.Bukan masalah yang besar tapi memang sangat membuat saya dan orang lain mungkin yang akan keluar dari batas kesabaran yang dimiliki.Kata orang jawa sih nyebahi.Tolong,tinggalkan budaya egois dan tidak peduli dengan orang lain.Apalagi budaya menyerobot dan mendahului.Allah tidak suka orang yang tidak mau antre lho,Allah menyukai orang-orang yang sabar,dan orang yang tidak antre bisa dipastikan adalah orang yang tidak sabar(an).
Maaf,bisa antre?
kalau tidak bisa silakan belajar sama bebek.
p.s: kata mamah saya yang bener antre bukan antri
^^







..Dan mereka berkata..