Bolehkah aku mengakui sesuatu?
Ada saatnya aku sangat dekat denganMu,
Ada kalanya aku merasa begitu jauh..
Sebenarnya Engkau masih di tempat yang sama..dekat..lebih dekat dari urat leherku.
Jauh dan dekat adalah ‘suasana’ yang aku ciptakan sendiri.
Ketika aku sedikit saja melupakanMu maka aku merasa jauh dariMu..
Bodohnya aku sering melakukannya,
berapa kali alarm ku matikan dan telepon ibuku ku abaikan..
Lalu aku tetap melingkar dalam selimutku saat Engkau menantiku di sepertiga malamMu,
Mengikuti bisikan setan yang mungkin tertawa lebar membisikan bahwa tidur lebih nikmat daripada air dingin pukul tiga pagi.Astagfirullahaladzim..
Lalu saat aku mulai sibuk dengan dunia yang sebenarnya tidak akan lama,lalu aku mulai menomor duakanMu saat Engkau memanggil lewat seruan-seruan adzan tetapi aku menutup telingaku tidak menyegerakan untuk menemuiMU,Allah..ampuni aku.
Lalu ketika membaca kitabMu,tidak senikmat membaca novel-novel itu.
Mendengarkan tilawah tak senikmat mendengarkan lagu..
Allah,jangan biarkan aku seperti itu.
Tanpa aku sadari itu yang membuatku selalu merasa sendiri,
merasa sedih berlebihan,
merasa khawatir,
merasa tidak dicintai,
merasa putus asa,
tidak ada semangat..
Dan ternyata benar..
ketika aku mendekatiMu sedikit saja
Engkau masih menerimaku dengan tangan terbuka,malah mendekatiku lebih dari dari apa yang aku minta
Tolong,jangan biarkan aku Menjauh sedikit saja..
Jangan biarkan aku menjauh dariMu
bahkan jangan biarkan aku melupakanMu sedikit saja
itu bencana bagiku
MengingatMu saja..Aku tenang..
Menyebut namaMu membuat aku tergetar..
Aku tidak pernah sendiri..
Ada Engkau..
Dan cukup Engkau bagiku..






..Dan mereka berkata..